5 Rahasia Dibalik Kejadian G30SPKI

Oct 29, 2018

0
5 Rahasia Dibalik Kejadian G30SPKI

5 Rahasia Dibalik Kejadian G30SPKI

Posted in : Uncategorized on by : admin
rahasia kejadian g30spki

rahasia kejadian g30spki

Menurut pokertiam pemberitaan di media kali ini ramai yang membicarakan tentang penayanganpulang film G30SPKI dimana film tersebut menceritkan penculikan tujuh jenderal yaitu yakni Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal Soeprapto, Mayor Jenderal MT Haryono, Mayor Jenderal S Parman, Brigadir Jenderal Soetoyo Siswomihardjo, dan Brigadir Jenderal DI Pandjaitan. Pasukan yang mempunyai nama Cakrabirawa yang diketuai oleh Letkol Untung ini, melulu dapat mencuri enam jenderal, dan gagal mencuri A.H Nasution.

Pasukan Cakrabirawa ini pun membawa enam jenderal ini ke Lubang Buaya, Cililitan, Jakarta Timur dimana mereka menyiksa, membunuh secara perlahan jendeal-jenderal dan mati dalam suasana yang mengenaskan. Inilah 5 rahasia di balik kejadian G30S sebelum anda tonton filmnya !

1. Pierre Andreas Tendean Ajudan A.H Nasution
Siapa yang menyangka, bahwa pasukan Cakrabirawa salah sasaran dan mengira bahwa yang diculiknya tersebut ternyata ajudannya Jenderal A.H Nasutionyakni Tendean yang ketika malam penculikan istirahat di ruang belakanglokasi tinggal Jenderal Nasution. Tendean terbangun sebab suara tembakan dan ribut-ribut dan segera berlari ke unsur depan rumah. Tendean pun diciduk oleh pasukan Cakrabirawa yang mengira dirinya sebagai Nasution sebab kondisi lokasi tinggal yang gelap.

2. Catherine Panjaitan Saksi Mata G30SPKI Penculikan Ayahnya D.I Panjaitan
Catherine ialah anak dari korban penculikan ayahnya yaitu D.I Panjaitan menjadi saksi saat ayahnya dilarikan oleh pasukan Cakrabirawa. Dilansir dari Tempo.co Sabtu, 29 September 2012, pada majalah Tempo edisi 6 Oktober 1984, Catherine mengisahkan kejadian malam berdarah itu. Kata Catherine, penculikan terjadi selama pukul 04.30, pada 1 Oktober 1965. Kala itu, ia tengah istirahat di kamar lantai dua. Kemudian terbangun sebab teriakan dan tembakan. Catherine mengintip ke jendela. Ternyata telah tidak sedikit tentara berseragam menyeluruh di perkarangan rumah. “Beberapa di antaranya melompati pagar, sambil membawa senapan,” kata Catherine.

3. Lubang Buaya Pusat Pelatihan Milik PKI
Lubang buaya ialah sumur milik penduduk yang mempunyai nama Bambang Haryono, yang dijadikan sumber air warga dusun Lubang Buaya. Kedalaman sumur menjangkau 12 meter dengan lebar 75 sentimeter. Sumur Lubang Buayasedang di kelurahan Lubang Buaya, kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dalam sejarah, mula mula atau asal usul nama Lubang Buaya sendiri berasal dari suatu legenda yang mengaku bahwa terdapat buaya-buaya putih di sungai yang terletak di sekitar kawasan itu.Posisinya berbatasan langsung dengan kelurahan Halim Perdana Kusuma di sebelah utara. Mengapa jenderal-jenderal diangkut ke Lubang Buaya? Sejak adanya Partai Komunis Indonesia (PKI), lokasi dekat Sumur Lubang Buaya adalahpusat pelatihan kepunyaan PKI.

4. Lagu Genjer-Genjer Yang ‘Tidak Menyeramkan’
Lagu genjer-genjer dalam sejarah paling lekat dengan peristiwa G-30S, dimana lagu genjer-genjer dinyanyikan oleh semua anggota Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) dan Pemuda Rakyat yang disinyalir adalahorganisasi dibawah PKI, saat para jendral diculik, diinterogasi dan “disiksa” di Lubang Buaya.

5. Pembuatan Film G-30S
Film garapan Arifin C Noer ini diciptakan dengan perkiraan Rp 800 juta dengan durasi sekitar 3 jam 37 menit. Sejak film ini diluncurkan, pemerintah orde baru memerinthakan supaya film ini ditayangkan di TVRIsupaya masyarakat memahami kekejeman PKI dan selalu menilik kejadian G30SPKI.

Walaupun peristiwa G30SPKI ini masih paling simpang siur, tidak terdapat salahnya untuk memahami sejarah. Kamu yang penasaran dapat mencari sekian banyak informasi tentang G30SPKI dengan gampang salah satu metodenya dengan googling. Semua yang terkait dengan G30SPKI dapat di baca di sana, pelajari dengan seksama dan jangan membuat spekulasi – spekulasi yang simpang siur ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *