Daftar 5 Gangguan Kesehatan Yang Sering Menyerang Lansia

Oct 1, 2018

0
Daftar 5 Gangguan Kesehatan Yang Sering Menyerang Lansia

Daftar 5 Gangguan Kesehatan Yang Sering Menyerang Lansia

Posted in : Uncategorized on by : admin
  • ,
  • Lansia merupakan kelompok usia yang paling membutuhkan pelayanan kesehatan. Ini karena mereka secara biologis mengalami proses penuaan secara terus-menerus, ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik, sehingga rentan terhadap penyakit yang bisa sebabkan kematian. Jika ada lansia di sekitar Anda, ada beberapa gangguan kesehatan yang sering menyerang kaum lanjut usia.

    1. Daya Ingat

    Pikun atau demensia merupakan suatu gejala yang ditandai dengan gangguan kesulitan dalam mengingat dan berpikir, ataupun kesulitan dalam menyelesaikan aktivitas sehari-hari (misalnya lupa menjaga kebersihan diri atau sulit membuat keputusan) yang bersifat progresif. Tentunya ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

    Dilansir situsĀ https://828bet.net/ Demensia sendiri dapat terjadi karena faktor usia, riwayat pada keluarga, maupun gangguan pada otak baik di sistem pembuluh darah yang mengalami gangguan (misalnya pada pasien pasca stroke) atau degenerasi pada otak yang dikenal dengan istilah penyakit Alzheimer.

    Apabila ada keluarga yang mengalami hal tersebut, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan yang sesuai. Dengan mendeteksinya secara dini, Anda bisa membantu dan mendampingi lansia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

    Gangguan Kesehatan

    Gangguan Kesehatan

    1. Katarak

    Gangguan penglihatan tersering yang menyerang kaum lansia adalah katarak. Katarak adalah keruhnya lensa mata yang menyebabkan pandangan buram. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya katarak antara lain usia, trauma/kecelakaan, paparan cahaya matahari, penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kortikosteroid, dan adanya faktor keturunan.

    Sampai saat ini tata laksana untuk mengobati katarak adalah dengan operasi penggantian lensa.

    1. Presbikusis

    Presbikusis adalah penurunan pendengaran secara alamiah yang disebabkan oleh proses degenerasi organ pendengaran. Meski bukan suatu penyakit yang mengancam jiwa, tetapi presbikusis dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

    Beberapa faktor yang dapat menyebabkan presbikusis antara lain paparan bising terlalu lama, penggunaan obat-obatan ototoksik, diabetes mellitus, dan gangguan pada peredaran darah.

    Gejala yang muncul bisa berupa mendengar nada-nada tinggi, sulit mendengar di tempat yang bising, sering meminta lawan bicara untuk mengulang pembicaraan, dan terkadang diserta telinga berdenging.

    Penderita presbikusis tak perlu berkecil hati, karena ada alat bantu dengar untuk membantu meningkatkan kualitas hidup. Sebelum membelinya, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter spesialis THT, ya!

    Gangguan Kesehatan

    Gangguan Kesehatan

    1. Insomnia

    Gangguan tidur yang sering terjadi pada lansia adalah insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia yang tidak segera untuk ditangani akan menjadi gangguan tidur yang lebih parah dan akan memengaruhi kualitas hidup lansia.

    Ada banyak faktor yang menyebabkan gangguan tidur pada lansia, antara lain faktor kesehatan, penggunaan obat-obatan tertentu, tingkat stres, atau pengaruh dari lingkungan sekitar.

    Jika insomnia tidak ditangani dengan baik, kurangnya jumlah jam tidur akan berdampak pada keseharian lansia seperti ia akan cenderung mengantuk pada siang hari, mood cenderung sedih atau depresi, atau mudah terjatuh karena kurangnya atensi terhadap lingkungan sekitar.

    1. Osteoporosis

    Penyakit degeneratif yang sering dialami oleh lansia adalah osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang disebabkan oleh menurunnya kepadatan tulang. Osteoporosis pada lansia umumnya terjadi karena kurangnya kalsium dalam tubuh dan berkaitan dengan ketidakseimbangan proses penghancuran matriks tulang dan pembentukan sel tulang yang baru.

    Komplikasi dari osteoporosis yang sering terjadi adalah mudahnya terjadi fraktur atau patah tulang dan avaskular nekrosis, yaitu terganggunya aliran darah sehingga ada bagian tulang yang tidak mendapatkan aliran darah sehingga tulang tersebut mengalami kematian.

    Untuk mencegah osteoporosis, yang bisa dilakukan adalah makan makanan yang bergizi seimbang yang kaya akan kalsium, rajin berolahraga, dan menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

    Karena secara biologis kelompok lanjut usia mengalami proses penuaan sehingga daya tahan tubuhnya menurun, mereka menjadi rentan terkena penyakit. Dengan mengetahui lima gangguan kesehatan yang sering menyerang kaum lanjut usia seperti yang disebutkan di atas, Anda dapat membantu mendeteksi jika mereka menunjukkan gejala kondisi tertentu, sehingga dapat segera ditangani dan mengoptimalkan kualitas hidup mereka.

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *